Jumat, 11 November 2011

Pengaruh teknologi untuk budaya yang mandiri

Di dalam dunia ini selalu ada dua kemungkinan ketika sesuatu yang baru datang, yaitu ada sisi negatif dan ada sisi positif yang selalu berdampingan. Ketika seseorang yang baik memanfaatkan sesuatu yang baru, maka sesuatu yang baru itu akan menjadi positif. Begitu juga sebaliknya, ketika seseorang yang tidak baik memanfaatkan sesuatu yang baru, maka sesuatu yangbaru itu akan menjadi negatif. Teknologi pun seperti itu, ketika seorang yang baik memanfaatkan teknologi yang ada, maka teknologi itu dapat menghasilkan sesuatu yang positif dalam kehidupan semua orang.

Grup hip hop Jogja Hip Hop Foundation (JHF) berhasil memadukan unsur gamelan dengan sentuhan modern dan perancang batik fractal Nancy Margried yang telah mengembangkan kecintaannya pada seni batik melalui transformasi yang lebih luas lagi.
Bersama kedua praktisi ini, Intel berbagi cerita inspiratif mengenai kesuksesan dan inovasi keduanya, termasuk bagaimana komputer berperan memicu kreativitas jutaan orang Indonesia berbakat lainnya.

“Kami harap masyarakat terinspirasi atas kisah nyata kedua praktisi ini dan secara langsung mengalami bagaimana komputer berperan dan menggali kreativitasmereka,” ujar Head of Marketing Intel Indonesia Norhizam Abdul Kadir.

Teknologi membuat seni tradisional seperti batik bisa bertahan meski batik selama ini dipandang sebagai seni kuno dan tradisional, kata Nancy. Nancy mengubah seni lokal tradisional melalui aplikasi berisikan rumus matematika untuk membuat desain pola batiknya yang unik.

Kekuatan teknologi membantu kami memformulasikan kecintaan kami pada musik dengan memadukan warisan budaya dengan sentuhan modern, kata Mohamad Marzuki a.k.a Kill the DJ, vokalis dan pendiri JHF.

Sumber : teknologi.inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar